SLIDE1

SOCIAL SKILL



Dalam satu pembicaraan ada seorang mantan politikus yang mencoba membuat penilaian tentang kekalutan dalam KEPEMIMPINAN baik di Indonesia ataupun di seluruh dunia. Dia katakan,”Banyak pemimpin “belum selesai” dengan dirinya sendiri, sehingga ketika dia berkuasa, maka semuanya dia gunakan untuk mengisi kekosongannya” Sangat menyedihkan! Tapi memang itulah kenyataannya, akibatnya kita melihat, banyak pemimpin yang menyalah gunakan kekuasaannya demi untuk memuaskan “ego”nya.
Amerika memiliki 3 Presiden yang dianggap populer diantara rakyatnya, salah satunya adalah Abraham Lincoln
Suatu kali dalam satu meeting dia melontarkan satu pertanyaan…yang kedengaran lucu... “Jika orang menyebut ekor anjing sebagai kaki, berapa kaki yang dimiliki oleh seekor anjing?” Semua orang diam dan kelihatan bingung…lalu beberapa saat kemudian ada beberapa orang yang memberanikan diri menjawab. “Satu kakinya” lalu ada juga beberapa orang yang menjawab,”5 kakinya…”, ketika ditanya mengapa lima, karena tadinya sudah ada 4 kaki, ditambah ekor yang jadi kaki, maka total jadi lima. Jawab beberapa orang dengan tersenyum.
Dengan senyum yang bijak dia mengatakan…jawaban yang benar adalah “Anjing itu tetap memiliki empat kaki. Menyebut ekor sebagai kaki tidak membuat ekor itu menjadi kaki”
Mengapa? Karena dengan menyebut ekor itu kaki, ekor tetap kaki…itulah perubahan, perubahan yang sesungguhnya itu bukan hanya dikatakan, tapi harus lebih dalam lagi dari itu…harus ada didalam pikiran dan juga diterjemahkan didalam tindakan.
Demikianlah dalam kehidupan setiap hari, ada banyak orang yang mengatakan dirinya sebagai “pemimpin” tapi apa yang terjadi sebenarnya mereka belum mengalami perubahan yang cukup untuk menjadi seorang “pemimpin”.
Ada banyak hal yang sangat penting yang dibutuhkan bagi seorang pemimpin untuk dapat mencapai hasil yang maksimal dalam tugasnya, dan salah satunya adalah kemampuan yang disebut sebagai SOCIAL SKILL.
Suatu kali Bill Gate sengaja membuat satu pertemuan yang dihadiri oleh 23 orang TOP CEO dunia, semuanya adalah pemimpin-pemimpin yang sudah terbukti mampu menciptakan perubahan yang sangat nyata.
Dalam pertemuan selama 2 hari itu mereka diminta pendapatnya lalu dianalisa, apa yang membuat mereka dapat menjadi pemimpin yang hebat. Menarik sekali dari semuanya didapat ada 2 kesamaan yang sangat menonjol, 2 hal tersebut ialah:
1.     COMMON SENCE
2.     SOCIAL SKILL
COMMON SENSE - menurut pendapat modern adalah penilaian yang sangat masuk akal terhadap suatu situasi. Sesederhana seperti tidak menyentuh radiator mobil saat panas, membawa baju hangat saat akan pergi ke daerah dingin, tidak banyak bergurau saat melayat orang meninggal atau bahkan sekedar menyampaikan “maaf” jika kita merasa kata atau perbuatan kita menyakiti atau tidak berkenan bagi orang lain. Singkat kata, common sense adalah penilaian yang sangat ‘lazim’, yang didapat dari pengetahuan dan pengalaman dalam kejadian sehari-hari, di mana kehadirannya tidak terlepas dari segala macam proses logika dan pendapat pribadi. Di sana ada moralitas, awareness, patuh aturan, wisdom, juga pencarian pengetahuan. (Dikutip dari http://titoreds.multiply.com/journal/item/2/2 )
Perihal COMMON SENSE ini tidak akan dibahas disini, karena sesuai dengan temanya, kita akan melihat lebih dalam tentang SOSIAL SKILL.
Jadi apapun alasannya, bila kita akan menjadi “pemimpin yang memiliki pengaruh yang positip” maka kita harus mengembangkan SOCIAL SKILL. Kemampuan ini, seringkali diterjemahkan secara salah, karena ada orang yang mengatakan, bahwa SOCIAL SKILL berbanding lurus dengan kemampuan berbicara.
Kalau ada yang mengatakan bahwa SOCIAL SKILL berbanding lurus dengan kemampuan berbicara, maka saya akan jadi orang pertama yang tidak setuju, karena sesungguhnya yang paling penting bukan bagaimana hebatnya berbicara, tapi yang sangat penting adalah bagaimana kita dapat mendengar dengan benar, mendengar tapi juga memberi perhatian pada si pembicaranya.
Memang banyak definisi yang digunakan untuk SOCIAL SKILL, tapi pada dasarnya adalah kemampuan yang perlu kita asah yang sangat berguna untuk Sosialisasi bukan sekedar urusan berkumpul sepanjang waktu dengan teman sebaya. Tetapi sebuah tolok ukur yang dapat digunakan untuk menilai “kualitas dan efektivitas sosialisasi, yaitu ketrampilan sosial yg adalah kebutuhan penting buat setiap orang untuk dapat hidup dan mengembangkan diri di masyarakat”.
Dalam jabaran mendasar ada 3 lingkungan yang tercakup didalam Social Skill,
1.     Ability to manage Relationship. – How to sell yourself
a.    Kemampuan untuk membina dan membangun hubungan
b.    Membuat atmosfir yang nyaman dan bersahabat
c.     Mencoba untuk mencari solusi yang menguntungkan semua pribadi
2.     Ability to manage team. - How to sell your company
a.    Kemampuan mengendalikan dan menciptakan usaha kolektif
b.    Membangun identitas dan semangat tim
c.     Berusaha untuk mebangun hubungan yang dekat dan tidak terbatas hanya pada kewajiban kerja
3.     Ability to create Network. – How to sell your product
a.    Dapat mendeteksi jaringan sosial yang penting dan dapat membaca key persons.
b.    Dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Tapi pada intinya semua itu dimulai atau berawal dari diri kita sendiri, dimana ada 2 hal yang penting yaitu,
1.     Pengembangan DIRI
2.     Pengembangan kemampuan KOMUNIKASI
pengembangan diri diawali dengan apa yang kita miliki & diuraikan dalam 3 hal
1.     HOW TO SELL YOURSELF
2.     HOW TO SELL YOUR COMPANY
3.     HOW TO SELL YOUR PRODUCT
Orang tidak akan mendengar apa yang kita katakan, kalau diri kita itu kelihatan “menyebalkan” dimatanya.
HOW TO SELL YOURSELF adalah kemampuan “menyajikan diri” kita dengan baik ditengah masyarakat yang ada. Hal ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1.     BE YOURSELF
2.     BE POSITIVE
3.     BE ENTHUSIASTIC
4.     BE ORIGINAL
HOW TO SELL YOUR COMPANY adalah kemampuan untuk menunjukan, bahwa kita tidak sendirian, ada kelompok atau institusi yang baik dan dapat dipercaya yang ada bersama kita
1.     FAMILY ORIENTED PERSON
2.     MEMPUNYAI TEMAN YANG BAIK
3.     BEKERJA DILINGKUNGAN YANG BAIK
HOW TO SELL YOUR PRODUCT merupakan hasil dari 2 hal yang pertama, sehingga orang akan percaya dengan apa yang kita sampaikan, baik itu produk, ide atau pemikiran kita.
LINGKUNGAN DISEKITAR KITA

Kepemimpinan menurut John Maxwell adalah “Pengaruh”, maka makin tinggi pengaruh seseorang pada lingkungannya, maka sedemikian pula tingginya atau besarnya tingkat kepemimpinannya.
Jadi penting bagi kita, adalah bagaimana caranya memperluas INFLUENCE CIRCLE dan CONCERN CIRLCE kita.
Kepemimpinan yang baik dan benar akan menjadikan INFLUENCE CIRCLE  MENGEMBANG secara MAKSIMAL.
INFLUENCE CIRCLE adalah kelompok orang yang terdekat, mereka yang ada didalam “pengaruh” kita. Mereka bisa teman baik, saudara atau lainnya, yang terpenting mereka adalah orang2 yang selalu ada didalam pengaruh anda.
Sedangkan CONCERN CIRCLE adalah lingkaran, dimana orang-orang yang ada didalamnya, adalah orang-orang yang tidak didalam lingkaran pengaruh, tapi mereka akan peduli akan apa yang anda katakan. 
Ada beberapa cara sederhana untuk menambah INFLUENCE CIRCLE kita, hal yang paling penting akan mengacu kepada pernyataan yang bunyinya,
“They don’t care how much we know, until they know how much we care”
Kepedulian akan merupakan dasar utama pengembangan pengaruh.
Kalau kita mau melihat dasar kebenarannya, maka kita perlu melihat apa yang dituliskankan oleh Matius, seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus,
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Jadi dasar dari “mengasihi orang lain” adalah “mengasihi diri sendiri”
Tanpa dapat mengasihi diri sendiri, mustahil kita dapat mengasihi orang lain. Mengasihi diri sendiri sangat jauh berbeda dengan “mengasihani diri sendiri”. Mengasihani diri sendiri lahir dari ego kita yang selalu berpusatkan pada diri kita sendiri, sedangkan “mengasihi diri sendiri” lahir dari pandangan yang sangat berbeda, kalau “mengasihani diri sendiri” lahir dari pandangan kita sendiri, dari ego kita. Mengasihi diri sendir adalah pandangan dari Tuhan Allah yang Maha Kuasa, yang selalu mengasihi dan menyertai kita.
MENGASIHI DIRI SENDIRI dapat dijabarkan sebagai berikut,
1.     DAPAT MENERIMA DIRI KITA APA ADANYA
2.     DAPAT BERSYUKUR ATAS APA YANG KITA MILIKI
3.     PERCAYA DAN YAKIN DAPAT MENGEMBANGKAN SEMUA POTENSI YANG ADA
Pengembangan social skill dari sisi komunikasi dapat dilakukan dalam beberapa faktOr seperti berikut
1.     Menjadi Pendengar Yang Baik
2.     MENYAMPAIKAN FAKTA YANG AKURAT DAN DIBUTUHKAN
3.     TUNJUKAN BAHWA KITA PERCAYA APA YANG DISAMPAIKAN, MEREKA SANGGUP UNTUK MELAKUKANNYA.
MENJADI Pendengar Yang Baik
Saya teringat sebuah kisah yang pernah dipaparkan di buku “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain”. Intinya kurang lebih bercerita dua orang yang saling bertemu. Mereka bertemu dan kemudian bercakap-cakap. Salah satu dari mereka anggap saja yang tampak lebih dewasa memancing dengan sedikit pertanyaan dan temannya pun bercerita panjang lebar dengan serunya. Dan anehnya di akhir pertemuan, dia mengucapkan terima kasih kepada si Bijak dan mengatakan bahwa dia adalah seorang pembicara yang hebat. Lucu ya? Padahal dia yang sudah bercerita panjang lebar, dan si Bijak hanya bertanya sedikit dan meresponi dengan benar setiap kata2 yang diceritakan temannya.
Pada dasarnya setiap orang suka bercerita dan menceritakan kehebatan mereka. Tentunya anda masih ingat, saat kecil dulu, kalau ada teman cerita tentang kehebatannya dalam bermain layang-layang, maka seketika anda akan bercerita dengan lebih hebat lagi. Kalau ada teman lain cerita tentang liburannya atau sepeda barunya, anda juga tidak mau kalah, dengan gaya dan tambahan bumbu yang anda tidak tahu darimana, pokoknya kita ingin kelihatan lebih hebat. Itulah manusia. Bahkan kata seorang teman, kalau ada orang yang menceritakan kemalangan hidupnya, kita juga tidak mau kalah dan mulai bercerita dengan mimik dan gaya untuk menunjukan, kondisi yang lebih buruk lagi. Tapi ini bukan contoh dari PENDENGAR YANG BAIK. Justru kalau ada yang sedang bercerita harusnya kita mendengar dengan benar.
Kemampuan mendengar dengan benar disebut ATTENTIVENESS, mendengar dengan mata, artinya tidak hanya mendengar tapi mata ikut memperhatikan.
Inilah yang jadi andalan dari Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika, yang menjadi salah satu dari 3 Presiden terpopuler di mata rakyatnya. Kalau ada orang yang berbicara dengan dia, maka oarang itu merasa sangat dihargai dan dihormati.
Abe, demikian nama akrab Abraham Lincoln DUDUK TEGAK dikursinya, dan mencondongkan tubuhnya mendekati orang yang berbicara padanya. Inilah sikap pertama yang dia tunjukan saat berhadapan dengan orang yang sedang berbicara, dia menganggap orang yang berbicara itu lebih penting dari dia jadi dia disiplinkan dirinya untuk menghormati dan mendengar dengan sungguh-sungguh atau dengan kata lain mendengar dengan penuh hormat. Harusnya sikap inilah yang ditunjukan saat kita mendengar seseorang berbicara pada kita. Sayang kita sudah melewatkan banyak kesempatan untuk mendengar, sehingga banyak informasi penting hilang lenyap, tanpa dapat kita gunakan untuk kebaikan kita. Sayang sekali.
PENGUSAHA YANG ATTENTIVENESS, namanya Mary Kay Ash dia adalah pendiri dari  Mary Kay Cosmetics, Inc. Lahir di Texas, USA. Mary bekerja diperusahaan Direct Sales, disaat menjelang pensiun, dia beranikan dirinya memulai usaha bersama putranya Richard Rogers di bulan September 1963 dengan modal awal $5000. Motto perusahaannya adalah,”Tuhan yang pertama, Keluarga yang kedua dan Karir yang ketiga” Waktu Mary meninggal dunia di tahun 2001, perusahaannya sudah berkembang dengan hebat sekali. Mary Kay Cosmetics mempunyai lebih dari 800,000 tenaga penjual di 37 negara dan total penjualannya $2 Milyard/tahun.
Salah satu rahasia kepemimpinan Mary Kay Ash adalah kemampuannya dalam mendengarkan orang lain. Ia pernah mengatakan bahwa pada saat ia sedang berusaha mendengarkan orang lain, “Saya akan menutup mata dan telinga terhadap hal-hal lain. Saya langsung memandang orang yang berbicara kepada saya. Bahkan andaikata ada seekor gorila yang berjalan memasuki ruangan, barangkali saya tidak akan memperhatikannya”.
MENYAMPAIKAN FAKTA YANG AKURAT DAN DIBUTUHKAN
Setelah mendengar dengan benar, kini saatnya anda berbicara dengan benar dan akurat. Ingat resepnya jangan sampaikan fakta yang tidak benar, karena anda harus meraih pengaruh, jadi sampaikan fakta yang benar dengan cara yang menarik.
Anda bisa sampaikan fakta tersebut dengan.
1.     GAYA BICARA YANG SERSAN, SERIUS TAPI SANTAI
2.     TAMBAHKAN MIMIK WAJAH SESUAI DENGAN ISI BERITA
3.     TAMBAHKAN HUMOR SEBAGAI PENYEDAP
 JADILAH ROLE MODEL

Ingat pada akhirnya, apa yang akan diingat adalah anda si Pembawa berita, anda orang yang akan membawa pengaruh baik pada banyak orang, jadi tunjukan bahwa anda memiliki keberanian untuk melakukan apa yang anda katakan. 
Jadi anda harus menempatkan diri sebagai "role model" sebagai contoh dari apa yang anda katakan. Miliki keberanian bukan hanya melakukan apa yang anda katakan, tapi miliki keberanian untuk melakukan dengan sungguh sungguh apa yang anda katakan.
Banyak pemimpin yang NATO, No Action Talking Only, tunjukan anda berbeda, anda adalah “A man of your word” Orang yang menjalani apa yang dikatakan.
Sebagai hal terakhir yang perlu digaris bawahi adalah, tanamkan terus bahwa anda adalah orang yang dapat dipercaya, maka anda akan mendapatkan pengaruh dari apa yang anda sampaikan. Sukses selalu bagi anda. 
God bless you.
Andreas Nawawi
Bahan ini disampaikan pada kelas LEADERSHIP di GIA Bandung, dengan topik sesuai judul, yaitu, SOCIAL SKILL.
Terlampir dibawah juga film yang diputar saat itu.
video
Film "Finding Nemo" ini juga bisa di down load dari YouTube,
Finding Nemo - Keep swimming - YouTube.flv